UI - Tugas Akhir :: Kembali

UI - Tugas Akhir :: Kembali

Kongkrezz: Crackers Singkong dengan Bahan Dasar Mocaf sebagai Makanan Tambahan untuk Mencegah Stunting Balita = Kongkrezz: Cassava Crackers with Mocaf Based Ingredients as a Food Supplement to Prevent Children Stunting

Nomor Panggil TA-Pdf
Pengarang
Pengarang lain/Kontributor
Subjek
Penerbitan Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
Program Studi
 Abstrak
Stunting sebagai gangguan tumbuh kembang anak hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang prioritas untuk diselesaikan di Indonesia. Walaupun terdapat penurunan angka stunting dalam beberapa tahun terakhir, namun prevalensi stunting di Indonesia masih tergolong tinggi di atas batas yang telah ditetapkan oleh WHO. Dampak besar yang ditimbulkan stunting bukan hanya memengaruhi individu saja, melainkan juga berpengaruh terhadap pembangunan negara. Penyebab utama stunting pada anak adalah kekurangan asupan gizi secara kronis yang dapat terjadi sejak bayi sampai balita, bahkan sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, upaya peningkatan gizi sejak masa bayi sampai balita sangat dibutuhkan dengan memanfaatkan komoditi lokal yang mudah ditemui di Indonesia. Tujuan penulisan ini adalah untuk menguraikan pemanfaatan singkong dan produk olahannya sebagai komoditi lokal yang diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Indonesia. Produk olahan singkong yang diajukan sebagai inovasi dalam penulisan ini adalah “Kongkrezz” yang berbentuk crackers yaitu sejenis biskuit dengan bahan dasar dari tepung singkong termodifikasi (Mocaf), yang bernilai gizi tinggi sebagai makanan tambahan untuk melengkapi asupan gizi yang kurang seimbang bagi bayi sampai balita di Indonesia.
Stunting is known as a child development disorder, and it is still one of the priority health problems to be solved in Indonesia. Although there has been a decline in stunting prevalence in recent years, it is still relatively high above the limit set by WHO. The major impact of stunting does not only affect individuals but also affects the development of the country. The leading cause of stunting in children is a chronic nutritional deficiency that can occur from infancy to toddlers, even in the womb. As a result, actions to increase nutrition from infancy to toddlerhood are urgently needed, utilizing locally available commodities in Indonesia. The purpose of this paper is to describe the use of cassava and its processed products as a local commodity that is expected to decrease stunting prevalence in Indonesia. The processed cassava product is proposed as an invention in this paper, is named "Kongkrezz" in the shape of crackers, which is a type of biscuit with the basic ingredients of modified cassava flour (Mocaf), which has high nutritional value as an additional food to supplement the unbalanced dietary intake for infants to toddlers in Indonesia.
 File Digital: 1
Shelf
 TA-Jihan Rahayu Marion.pdf ::

Akses untuk anggota Perpustakaan Universitas Indonesia, silahkan

 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan : LibUI ind rda
Tipe Konten : text
Tipe Media : computer
Tipe Carrier : online resource (rdcarrier)
Deskripsi Fisik : vii, 15 pages : illustration ; appendix
Naskah Ringkas :
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
TA-Pdf 16-22-22310401 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20520016
Stunting sebagai gangguan tumbuh kembang anak hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang prioritas untuk diselesaikan di Indonesia. Walaupun terdapat penurunan angka stunting dalam beberapa tahun terakhir, namun prevalensi stunting di Indonesia masih tergolong tinggi di atas batas yang telah ditetapkan oleh WHO. Dampak besar yang ditimbulkan stunting bukan hanya memengaruhi individu saja, melainkan juga berpengaruh terhadap pembangunan negara. Penyebab utama stunting pada anak adalah kekurangan asupan gizi secara kronis yang dapat terjadi sejak bayi sampai balita, bahkan sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, upaya peningkatan gizi sejak masa bayi sampai balita sangat dibutuhkan dengan memanfaatkan komoditi lokal yang mudah ditemui di Indonesia. Tujuan penulisan ini adalah untuk menguraikan pemanfaatan singkong dan produk olahannya sebagai komoditi lokal yang diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Indonesia. Produk olahan singkong yang diajukan sebagai inovasi dalam penulisan ini adalah “Kongkrezz” yang berbentuk crackers yaitu sejenis biskuit dengan bahan dasar dari tepung singkong termodifikasi (Mocaf), yang bernilai gizi tinggi sebagai makanan tambahan untuk melengkapi asupan gizi yang kurang seimbang bagi bayi sampai balita di Indonesia.
......Stunting is known as a child development disorder, and it is still one of the priority health problems to be solved in Indonesia. Although there has been a decline in stunting prevalence in recent years, it is still relatively high above the limit set by WHO. The major impact of stunting does not only affect individuals but also affects the development of the country. The leading cause of stunting in children is a chronic nutritional deficiency that can occur from infancy to toddlers, even in the womb. As a result, actions to increase nutrition from infancy to toddlerhood are urgently needed, utilizing locally available commodities in Indonesia. The purpose of this paper is to describe the use of cassava and its processed products as a local commodity that is expected to decrease stunting prevalence in Indonesia. The processed cassava product is proposed as an invention in this paper, is named "Kongkrezz" in the shape of crackers, which is a type of biscuit with the basic ingredients of modified cassava flour (Mocaf), which has high nutritional value as an additional food to supplement the unbalanced dietary intake for infants to toddlers in Indonesia.