Artikel Jurnal :: Kembali

Artikel Jurnal :: Kembali

Kampung Alun-Alun (Between Two Gates) Identitas Kearifan Lokal Masyarakat Kotagede / oleh Rezha Destiadi

Nomor Panggil 338 PLMD 23:3 (2020)
Pengarang
Subjek
Penerbitan Medan: Politeknik Negeri Medan, 2020
 Abstrak
ABSTRAK
Artikel ini merupakan hasil observasi dari keberadaan Between Two Gates, sebuah daerah pemukiman tradisional yang berasal dari area publik alun-alun Kotagede. Paradigma pergeseran nilai-nilai kearifan lokal dalam penelitian ini diwakili oleh lanskap arsitektur, desain interior, elemen ornamental estetika dan bagaimana sudut pandang masyarakat mengelola dan melestarikan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus menemukan alasan kuat pentingnya melestarikan budaya yang diwakili arsitektur Jawa. Kearifan lokal yang dilestarikan oleh Kampung Alun Alun Between Two Gates saat ini masih memiliki konteks yang relevan terhadap kehidupan modern saat ini.
 Info Lainnya
Sumber PengataloganLibUI ind rda
ISSN14107422
Majalah/JurnalPOLIMEDIA : Produktivitas menuju kualitas
Volumevol. 23, No. 3 Agustus 2020: Hal. 35-50
Tipe Konten teks
Tipe Media unmediated
Tipe Carrier volume (rdacarier)
Akses Elektronik
Institusi Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 4 R. Koleksi Jurnal
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
338 PLMD 23:3 (2020) 08-21-745171913 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20512603
ABSTRAK
Artikel ini merupakan hasil observasi dari keberadaan Between Two Gates, sebuah daerah pemukiman tradisional yang berasal dari area publik alun-alun Kotagede. Paradigma pergeseran nilai-nilai kearifan lokal dalam penelitian ini diwakili oleh lanskap arsitektur, desain interior, elemen ornamental estetika dan bagaimana sudut pandang masyarakat mengelola dan melestarikan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus menemukan alasan kuat pentingnya melestarikan budaya yang diwakili arsitektur Jawa. Kearifan lokal yang dilestarikan oleh Kampung Alun Alun Between Two Gates saat ini masih memiliki konteks yang relevan terhadap kehidupan modern saat ini.