Artikel Jurnal :: Kembali

Artikel Jurnal :: Kembali

Judul The Importance of geological and hydrogeological knowledge in justifyng pore pressure prediction: the case study of the peciko field, lower kutai basin. - Agus M. Ramdhan.
Nomor Panggil 620 SCI 40:2 (2017)
Pengarang
Subjek
Penerbitan Lemigas, 2017
Kata Kunci Overpressure, eaton, soil mechanics, hidrodinamika, perbedaan tekanan. ·
 Info Lainnya
ISSN20893361
Deskripsi Fisiknone
Catatan Umumnone
VolumeVol. 40, No. 2, Agustus 2017: hal. 53-68
Akses Elektronik
Institusi Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 4, R. Koleksi Jurnal
  • Ketersediaan
  • File Digital: 0
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
620 SCI 40:2 (2017) 03-18-943657400 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20469878
Salah satu faktor yang memprediksi tekanan pori adalah pemilihan metoda dalam kalkulasi tekanan pori tersebut. Jika kita memilih metoda yang tidak tepat, hasil estimasi tekanan pori tersebut mungkin bukan hanya tidak merefleksikan kondisi tekanan pori sesungguhnya disuatu daerah, tetapi juga tidak mencerminkan kondisi geologi yang bekerja di keseluruhan cekungan. Dalam penelitian ini, dua metoda diaplikasikan untuk menhitung tekanan pori dari log talikawat di lapngan peciko: metoda eaton dan metoda mekanika tanah. Perhitungan tekanan pori yang dihasilkan dari kedua metoda tersebut menunjukan perbedaan yang sangat signifikan. Metoda eaton menghasilkan perbedaan tekanan reservoir dan serpih (over-prediksi tekanan resevoir) pada kedalaman dangkal dan kesamaan tekanan reservoir) pada kedalaman dangkal dan kesamaan tekanan reservoir danserpih pada interval yang lebih dalam. Berbeda dengan hal tersebut, metoda mekanka tanah menghasilkan kesamaan tekanan reservoil dan serpih pada kedalaman yang dangkah dan underprediksi untuk interval yang lebih dalam. Dilihat dari proses yang berkja pada lapangan ini yang mempengaruhi pori, yaitu aliran fluida reservoir secara later dan kecepatan sedimentasi yang tinggi, seperti metoda eaton memberikan hasil yang lebih mencerminkan tekana pori di lapangan ini dibandingkan dengan metoda mekanika tanah. Penelitian ini juga menghasilkan kesimpulan yang cukup penting: jika terdapat tekanan antara resroir dan serpih, maka sepertinya kondisi hidrodinamika berlangsung secara aktif.
004
020
02220893361
040LibUI eng rda
041Eng
049[03-18-943657400]
053[03-18-943657400]
082
090620 SCI 40:2 (2017)
100Agus M. Ramdhan, author
110
111
240
245|a The Importance of geological and hydrogeological knowledge in justifyng pore pressure prediction: the case study of the peciko field, lower kutai basin. - Agus M. Ramdhan. |c
246Pentingnya pemahaman geologi dan hidrogeologi dalam menjustifikasi hasil prediksi tekanan pori: contoh kasus dari lapngan peciko cekungan kutai bawah. - Agus M. Ramdhan
250
260
260|a Jakarta |b Lemigas |c 2017
270
300
310Tiga kali setahun
321
336text (rdacontent)
337unmediated (rdamedia)
338volume (rdacarrier)
340
362
490
500
502
504
515
520Salah satu faktor yang memprediksi tekanan pori adalah pemilihan metoda dalam kalkulasi tekanan pori tersebut. Jika kita memilih metoda yang tidak tepat, hasil estimasi tekanan pori tersebut mungkin bukan hanya tidak merefleksikan kondisi tekanan pori sesungguhnya disuatu daerah, tetapi juga tidak mencerminkan kondisi geologi yang bekerja di keseluruhan cekungan. Dalam penelitian ini, dua metoda diaplikasikan untuk menhitung tekanan pori dari log talikawat di lapngan peciko: metoda eaton dan metoda mekanika tanah. Perhitungan tekanan pori yang dihasilkan dari kedua metoda tersebut menunjukan perbedaan yang sangat signifikan. Metoda eaton menghasilkan perbedaan tekanan reservoir dan serpih (over-prediksi tekanan resevoir) pada kedalaman dangkal dan kesamaan tekanan reservoir) pada kedalaman dangkal dan kesamaan tekanan reservoir danserpih pada interval yang lebih dalam. Berbeda dengan hal tersebut, metoda mekanka tanah menghasilkan kesamaan tekanan reservoil dan serpih pada kedalaman yang dangkah dan underprediksi untuk interval yang lebih dalam. Dilihat dari proses yang berkja pada lapangan ini yang mempengaruhi pori, yaitu aliran fluida reservoir secara later dan kecepatan sedimentasi yang tinggi, seperti metoda eaton memberikan hasil yang lebih mencerminkan tekana pori di lapangan ini dibandingkan dengan metoda mekanika tanah. Penelitian ini juga menghasilkan kesimpulan yang cukup penting: jika terdapat tekanan antara resroir dan serpih, maka sepertinya kondisi hidrodinamika berlangsung secara aktif.
533
534
536
546
590
650Overpressure
653Overpressure, eaton, soil mechanics, hidrodinamika, perbedaan tekanan.
700
710
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 4, R. Koleksi Jurnal
856
866
900
902
903[]