UI - Tugas Akhir :: Kembali

UI - Tugas Akhir :: Kembali

Judul Kedalaman palatum pada anak dengan dan tanpa obstruksi saluran pernapasan atas = The palate depth on children with or without upper airway obstruction
Nomor Panggil SP-PDF
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan Jakarta: Universitas Indonesia. Fakultas Kedokteran Gigi, 2017
Program Studi
Kata Kunci upper airway obstruction · mouth breathing habit · the palate depth · children ·
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resource (rdamedia)
Deskripsi Fisik xii, 47 pages : illustration + appendix
Naskah Ringkas lib.ui.ac.id/unggah/?q=system/files/node/2017/1/astri.kusumaningrum/astri_kusumaningrum-spesialis-fakultas_kedokteran_gigi-naskah_ringkas-2017.doc
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Membership)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
SP-PDF 16-18-004381663 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20468492
ABSTRAK Obstruksi saluran pernapasan atas OSNA adalah penyempitan di bagian nasofaring dan orofaring sehingga menimbulkan gejala sesak napas. Anak dengan obstruksi saluran pernapasan atas mempunyai kebiasaan bernapas melalui mulut sehingga menyebabkan palatum dalam. Penelitian ini merupakan studi potong lintang analitik dengan metode consecutive sampling yang dilakukan pada anak laki-laki dan perempuan dengan riwayat penyakit rinitis alergi, hipertrofi adenoid, obstructive sleep apnea, rhinosinusitis, dan polip nasal. Dilakukan analisis perbedaan kedalaman palatum antara anak OSNA yang datang ke Klinik Respirologi dan Klinik Imunologi Alergi Kiara Pusat Kesehatan Ibu dan Anak RSCM Jakarta sebagai kelompok subjek, dan anak tanpa OSNA yang datang ke Klinik Gigi Anak RSGM FKG UI sebagai kelompok kontrol. Kedalaman palatum dihitung melalui analisa studi model rahang atas menggunakan kaliper dengan ketepatan 0,1 mm. Analisis data dengan metode Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedalaman palatum anak OSNA dengan kedalaman palatum anak pada kelompok kontrol p 0,001 . Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa obstruksi saluran pernapasan atas dapat menyebabkan terjadinya palatum dalam.ABSTRACT Upper airway obstruction is a blockage in nasopharynx or oropharynx areas. In Children, upper airway obstruction leads to mouth breathing habit, this could result high palatal vault. Cross sectional analytic study was conducted with consecutive sampling method on boys and girls with rhinitis allergy, adenoid hypertrophy, obstructive sleep apnea, rhinosinusitis, and nasal polyp. This study analyzed comparation the palate depth between children with upper airway obstruction attending Pediatric Respirology and Immunology Allergy Outpatient Clinic Kiara Maternal and Child Health Center at RSCM Jakarta as a subject group, and children without upper airway obstruction attending Pediatric Dentistry Clinic in Dental Hospital Faculty of Dentistry University of Indonesia. The hard palate measurement were made with upper arch study model using caliper with precision 0,1 mm. According to Mann Whitney test, there was a significant difference in the palate depth between children with upper airway obstruction and children without upper airway obstruction p 0,001 . Based on this study, upper airway obstruction can cause high palate.
004
020
022
040LibUI ind rda
041Ind
049[16-18-004381663]
053[16-18-004381663]
082
090SP-PDF
100Astri Kusumaningrum, author
110
111
240
245|a Kedalaman palatum pada anak dengan dan tanpa obstruksi saluran pernapasan atas = The palate depth on children with or without upper airway obstruction |c
246
250
260
260|a Jakarta |b Universitas Indonesia. Fakultas Kedokteran Gigi |c 2017
270
300xii, 47 pages : illustration + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337computer (rdamedia)
338online resource (rdamedia)
340
362
490
500Dapat diakses di UIANA (lib.ui.ac.id) saja. -
502Spesialis
504pages 44-47
515
520ABSTRAK
Obstruksi saluran pernapasan atas OSNA adalah penyempitan di bagian nasofaring dan orofaring sehingga menimbulkan gejala sesak napas. Anak dengan obstruksi saluran pernapasan atas mempunyai kebiasaan bernapas melalui mulut sehingga menyebabkan palatum dalam. Penelitian ini merupakan studi potong lintang analitik dengan metode consecutive sampling yang dilakukan pada anak laki-laki dan perempuan dengan riwayat penyakit rinitis alergi, hipertrofi adenoid, obstructive sleep apnea, rhinosinusitis, dan polip nasal. Dilakukan analisis perbedaan kedalaman palatum antara anak OSNA yang datang ke Klinik Respirologi dan Klinik Imunologi Alergi Kiara Pusat Kesehatan Ibu dan Anak RSCM Jakarta sebagai kelompok subjek, dan anak tanpa OSNA yang datang ke Klinik Gigi Anak RSGM FKG UI sebagai kelompok kontrol. Kedalaman palatum dihitung melalui analisa studi model rahang atas menggunakan kaliper dengan ketepatan 0,1 mm. Analisis data dengan metode Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedalaman palatum anak OSNA dengan kedalaman palatum anak pada kelompok kontrol p 0,001 . Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa obstruksi saluran pernapasan atas dapat menyebabkan terjadinya palatum dalam.ABSTRACT
Upper airway obstruction is a blockage in nasopharynx or oropharynx areas. In Children, upper airway obstruction leads to mouth breathing habit, this could result high palatal vault. Cross sectional analytic study was conducted with consecutive sampling method on boys and girls with rhinitis allergy, adenoid hypertrophy, obstructive sleep apnea, rhinosinusitis, and nasal polyp. This study analyzed comparation the palate depth between children with upper airway obstruction attending Pediatric Respirology and Immunology Allergy Outpatient Clinic Kiara Maternal and Child Health Center at RSCM Jakarta as a subject group, and children without upper airway obstruction attending Pediatric Dentistry Clinic in Dental Hospital Faculty of Dentistry University of Indonesia. The hard palate measurement were made with upper arch study model using caliper with precision 0,1 mm. According to Mann Whitney test, there was a significant difference in the palate depth between children with upper airway obstruction and children without upper airway obstruction p 0,001 . Based on this study, upper airway obstruction can cause high palate.
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[Unggah UI-ANA-11]
650Pediatric otolaryngology
653upper airway obstruction; mouth breathing habit; the palate depth; children
700Sarworini B. Budiardjo, supervisor; Darmawan Budi Setyanto, supervisor; Mochamad Fahlevi Rizal, examiner; Margaretha Suharsini Soetopo, examiner; Eva Fauziah, examiner
710Universitas Indonesia. Fakultas Kedokteran Gigi
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856lib.ui.ac.id/unggah/?q=system/files/node/2017/1/astri.kusumaningrum/astri_kusumaningrum-spesialis-fakultas_kedokteran_gigi-full_text-2017.pdf
866
900
902
903[]