UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership) :: Kembali

Judul Pengaruh perlakuan panas dan proses shot peening terhadap sifat mekanis bahan baja pegas daun
Nomor Panggil T-pdf
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Penerbitan 1989
Program Studi
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik xv, 144 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Membership)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
T-pdf 15-18-985074343 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20464520
ABSTRAK
pegas daun merupakan komponen mesin yang banyak digunakan
sebagai suspensi kendaraan bermotor, Oleh karena pegas
daun dalam fungsinya selalu menerima beban dinamis maka pe
gas tersebut perlu mempunyai ketahanan kelelahan yang baik,
Hal ini dapat dicapai dengan cara memllih bahan pegas serta
proses perlakuan yang optimal,

Dalam penelitian ini, studi diarahkan untuk mendapatkan
kondisi proses perlakuan yang paling optimal seperti
proses perlakuan panas dan shot peening, Untuk proses perla
kuan panas dilakukan beberapa variasi suhu austenitisasi dipilih
antara 800C sampai dengan 880C dan suhu temper dipilih
antara iflOC sampai dengan 530C, Salah satu proses per
lakuan panas tersebut mengikuti standar prosedur sesuai yang
diterapkan di pabrik.

Dari hasil proses perlakuan panas dan shot peening ,
kemudian dilakukan pengamatan pada bahan baja pegas SUP 9
mengenai sifat-sifat mekanis seperti kekuatan tarik, keuletan,
ketangguhan, kekerasan, kelelahan (fatigue) dan perubahan
struktur mikro.

Hasil penelitian menunjukkan bakwa kekuatan statis
maupun kekuatan dinamis sangat dipengaruhi oleh temperatur
temper untuk mendapatkan kondisi optimal, proses shot peer
ing untuk heberapa proses perlakuan panas yang dilakukan pada
kelelahan umur terbatas. Kenaikan umur kelelahan pada
perlakuan panas dan shot peering tergantung sifat kekuatan
tarik maksimum dan ketangguhan dari bahan.

Hasil penelitian diatas selanjutnya ditunjang dengan
pemeriksaan fraktografi permukaan patahan benda uji untuk
menjelaskan mekanisme kegagalan, khususnya karena kelelahan,
Dari penelitian ini diperoleh bahwa kegagalan kelelahan disebabkan
oleh mekanisme perubahan yang terdiri dari 3 (tiga)
tahapan yakni; terjadinya awal retak, penjalaran retak dan
patah akhir.
004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[15-18-985074343]
053[15-18-985074343]
082
090T-pdf
100Sasi Kirono, author
110
111
240
245|a Pengaruh perlakuan panas dan proses shot peening terhadap sifat mekanis bahan baja pegas daun |c
246
250
260
260|a |b |c 1989
270
300xv, 144 pages : illustration ; 28 cm + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337computer (rdamedia)
338online resource (rdacarrier)
340
362
490
502Tesis
504pages 115-116
515
520ABSTRAK
pegas daun merupakan komponen mesin yang banyak digunakan sebagai suspensi kendaraan bermotor, Oleh karena pegas daun dalam fungsinya selalu menerima beban dinamis maka pe gas tersebut perlu mempunyai ketahanan kelelahan yang baik, Hal ini dapat dicapai dengan cara memllih bahan pegas serta proses perlakuan yang optimal,

Dalam penelitian ini, studi diarahkan untuk mendapatkan kondisi proses perlakuan yang paling optimal seperti proses perlakuan panas dan shot peening, Untuk proses perla kuan panas dilakukan beberapa variasi suhu austenitisasi dipilih antara 800C sampai dengan 880C dan suhu temper dipilih antara iflOC sampai dengan 530C, Salah satu proses per lakuan panas tersebut mengikuti standar prosedur sesuai yang diterapkan di pabrik.

Dari hasil proses perlakuan panas dan shot peening , kemudian dilakukan pengamatan pada bahan baja pegas SUP 9 mengenai sifat-sifat mekanis seperti kekuatan tarik, keuletan, ketangguhan, kekerasan, kelelahan (fatigue) dan perubahan struktur mikro.

Hasil penelitian menunjukkan bakwa kekuatan statis maupun kekuatan dinamis sangat dipengaruhi oleh temperatur temper untuk mendapatkan kondisi optimal, proses shot peer ing untuk heberapa proses perlakuan panas yang dilakukan pada kelelahan umur terbatas. Kenaikan umur kelelahan pada perlakuan panas dan shot peering tergantung sifat kekuatan tarik maksimum dan ketangguhan dari bahan.

Hasil penelitian diatas selanjutnya ditunjang dengan pemeriksaan fraktografi permukaan patahan benda uji untuk menjelaskan mekanisme kegagalan, khususnya karena kelelahan, Dari penelitian ini diperoleh bahwa kegagalan kelelahan disebabkan oleh mekanisme perubahan yang terdiri dari 3 (tiga) tahapan yakni; terjadinya awal retak, penjalaran retak dan patah akhir.
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[Deposit]
650
653
700Na Peng Bo, co-promotor; Ronnie Higuchi Rusli, examiner
710Universitas Indonesia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856
866
900
902
903[]